Kepada Pejuang Kaderisasi Kampus

Kaderisasi adalah salah satu sistem atau proses yang diciptakan oleh sebuah organisasi atau sebuah komunitas atau lebih khusus lagi, sekelompok manusia, untuk mempertahankan eksistensi organisasi, komunitas atau kelompok tersebut dalam mencapai tujuannya. Dalam sebuah pergerakan kampus, warga-warga kampus harus dikenalkan dengan visi, misi dan arah gerak pergerakan kampus sendiri. Tidak hanya mengenai pergerakan kampus, kaderisasi itu juga harus bisa mengembangkan aspek-aspek individu peserta kaderisasi, sehingga dalam peserta kaderisasi dapat mengembangkan potensinya untuk digerakkan kembali dalam sebuah tujuan yang utama.

Tujuan utama menurut saya yang paling besar dan yang paling utama yang kita miliki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah satu, yaitu mengembangkan negeri kita tercinta ini, negeri Indonesia. Sudah cukuplah kita melihat berbagai sisi kejahatan, kemunafikan dan juga kebobrokan negeri kita saat ini. Negeri ini butuh perbaikan, butuh perubahan dan butuh kemajuan. Banyak kita lihat di generasi lalu berbagai macam kegagalan dan juga ketidaberesan dalam menjalankan negeri ini. Negeri yang dibekali dengan berbagai macam sumber daya alam yang melimpah kini digerogoti dengan berbagai macam kepentingan dan pengaruh . Haruskah kita diam dan sekali lagi diam melihat kondisi yang ada ini?

Ingatlah jika generasi yang lalu adalah generasi yang sudah lalu, sedangkan generasi pemuda saat ini adalah generasi masa depan bangsa ini. Masa depan bangsa ini ada di tangan para pemuda, sedangkan di tangan para pelaku kaderisasi yang membentuk pemuda inilah amanat masa depan bangsa ini dipertaruhkan.

Sekali lagi, masa depan para pemuda hasil didikan kaderisasi akan tergantung oleh siapa yang membentuknya. Jika pengaruh-pengaruh negatif selalu kita tanamkan kepada siapapun yang kita didik, ketahuilah bahwa kita akan menuai hasilnya sebentar lagi. Pernahkan kita berpikir bahwa program negatif yang (mungkin) secara tidak sengaja kita tanamkan ke pikiran bawah sadar binaan kita, akan terus mendominasi dan mengendalikan hidupnya – membuatnya jadi berantakan di masa depan?

Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri

Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya

 

Maaf jika ada yang tidak sepakat dengan kata ‘anak’. Silahkan ganti sendiri dengan mahasiswa atau dengan kata-kata yang lainnya yang lebih pantas.

Semangat para pejuang! Untuk memberi teladan, memberi inspirasi, dan memberi perubahan

Kepada :
Diriku
Pejuang “Transformer
Pejuang “Memberi Inspirasi, Menuju Perubahan”
Pejuang “Lillahi, Bi’idznillah, Bismillah”

Advertisements

One thought on “Kepada Pejuang Kaderisasi Kampus

Berikan Komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s