Fargo (1996)

fargo

Manusia butuh uang. Jerry, seperti seorang manusia lainnya, juga sedang membutuhkan uang. Tidak diketahui motifnya apa untuk menginginkan uang lebih itu. Tapi dia memutuskan untuk mencari uang lebih itu dengan cara yang konyol : Menculik istrinya sendiri, agar mendapatkan tebusan dari mertuanya. 


Fargo adalah sebuah film kelahiran tahun 1996 yang bercerita tentang sebuah kejahatan di negeri Paman Sam. Film ini mendapatkan kritikan (reception) yang cukup bagus dari penonton sehingga beberapa pihak bilang film ini merupakan salah satu film terbaik. Isi cerita film ini bertemakan salah satu godaan terbesar dalam manusia, yaitu Harta.

Kira kira apa yang teman-teman lakukan dalam mencari harta? Bekerja di kantor? Berwirausaha? Atau…merampok?

Nah, disini kita punya seorang tokoh utama bernama Jerry Lundergaard. Jerry dalam awal film dikatakan sangat membutuhkan uang. Tidak diketahui motifnya apa untuk menginginkan uang lebih itu. Tapi dia memutuskan untuk mencari uang lebih itu dengan cara yang konyol : Menculik istrinya sendiri, agar mendapatkan tebusan dari mertuanya.

Ya, Jerry yang bekerja sebagai sales mobil itu kemudian bertanya kepada bawahannya seorang mekanik yang memperkenalkannya pada duo penjahat. Duo penjahat ini bersedia untuk menculik istrinya Jerry dengan beberapa keuntungan.

Pertama uang tebusan sebesar 80 ribu dollar itu kemudian akan dibagi 50:50 antara mereka. Kedua, sebagai alat operasional kejahatan, Jerry memberikan sebuah mobil dari perusahaannya untuk duo penjahat tersebut.

Lalu, sesuai kesepakatan penjahat ini menculik istri Jerry. Namun, pada saat penjahat ini membawa istri Jerry kedalam persembunyian mereka, mereka dicegat oleh salah seorang polisi lokal yang curiga kepada mereka. Polisi lokal ini kemudian dibunuh.

Pada saat mereka coba untuk menyembunyikan polisi yang terbunuh itu, ada mobil lain yang berisi dua orang yang melintas dan melihat mayat polisi ini. Dua orang yang melintas itupun dibunuh oleh penjahat ini. Sehingga sampai saat ini, dengan menculik satu orang saja, penjahat ini sudah membunuh 3 orang untuk menutupi kejahatan mereka.Kemudian, polisi wanita yang bernama Marge ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini.

Ditempat Jerry, mertua Jerry yang bernama Gustafson sangat marah dan kesal melihat anaknya diculik begitu saja. Namun, Jerry berhasil mempengaruhi Gustafson agar tidak menghubungi polisi. Jerry juga yang berkata bahwa ia yang akan berkomunikasi kepada penculik istrinya tersebut untuk membebaskan istrinya tersebut.

Gustafson tidak percaya bahwa menantunya bisa berkomunikasi dengan penjahat-penjahat itu. Sehingga Gustafson sendiri yang akan membawa uang tersebut (80 ribu dollar) dan berusaha menghubungi penjahat tersebut untuk membebaskan putrinya. Sementara penculik yang panik karena sudah membunuh 3 orang ini langsung menelpon Jerry dan meminta uang tebusan lebih karena mereka sudah menumpahkan darah demi kemauan Jerry. Gustafon yang mendengar hal tersebut sepakat untuk membawa uang lebih dan langsung pergi meninggalkan Jerry menuju sebuah tempat parkir yang menjadi lokasi pertemuan antara Jerry dan penjahat.

Jerry panik. Jika uang mertuanya itu langsung diberikan pada penjahat tersebut, maka ia tidak tidak dapat apa apa. Dalam pertemuan antara penjahat dan juga Gustafson, terjadi keributan. Gustafson tidak mau memberikan uang yang ia punya sampai ia melihat putrinya. Akhir scene kita melihat Gustafson yang mati terbunuh oleh pistol penjahat dan juga muka penjahat yang luka parah terserempet pistol Gustafson.

Dalam pelariannya, si penjahat membunuh tukang penjaga tiket parkir untuk kabur dari lokasi kejadian. Jerry yang tiba di lokasi kejadian hanya melihat uang mertuanya sudah hilang, bersama nyawa mertuanya dan tukang penjaga tiket parkit. Sehingga sampai saat ini, dengan menculik satu orang saja, penjahat penjahat ini sudah membunuh 5 orang untuk menutupi kejahatan mereka.

Sebelumnya penjahat-penjahat ini sudah membagi jobdesk. Satu penjahat bertugas untuk mengambil uang tebusan, sementara satu penjahat lagi menjaga istri Jerry. Pada saat penjahat yang membawa uang tebusan ini kembali, begitu kagetnya ia melihat istri Jerry ternyata sudah dibunuh juga oleh rekannya. Rekannya bilang, “dia terlalu berisik”. Kedua penjahat ini kemudian berebut siapa yang pantas untuk mendapatkan uang dan juga mobil yang mereka gunakan untuk modus kejahatan mereka. Satu penjahat yang menjaga istri Jerry ini kemudian memenangkan pertarungan dengan membunuh rekannya dengan kapak.

Sehingga sampai saat ini, dengan menculik satu orang saja, sudah terbunuh 7 orang untuk menutupi kejahatan mereka.

Marge yang meninvestigasi catatan telepon yang digunakan penjahat tersebut pada sebuah penginapan kemudian menemukan nomor telepon Jerry untuk dihubungi. Pada saat menemui Jerry, Jerry berusaha menutupi kejahatannya dengan berbohong. Katanya, Tidak ada mobil yang hilang dari dealernya dalam rentang satu bulan kemarin.

Jerry kemudian kabur dan pergi meninggalkan Marge. Marge yang melihat Jerry kabur langsung mengontak polisi lain untuk mengejar Jerry. Disaat pengejaran dan pencarian tersebut, Marge menemukan mobil yang digunakan para penjahat untuk melaksanakan aksinya. Kemudian, Marge menemukan penjahat yang tersisa sedang memasukkan rekannya ke dalam woodchipper. Alat yang digunakan untuk memotong batang kayu besar untuk menjadi potongan kayu kecil. Penjahat tersebut kemudian berusaha untuk lari, namun akhirnya tertembak oleh peluru Marge. Penjahat tersebut menceritakan semua kejahatannya pada saat interograsi, dan hubungannya dengan Jerry. Kini semua sudah jelas bagi polisi untuk melihat hubungan antara penjahat dan juga Jerry.

“There’s more to life than a little money, you know?”, kata Marge yg mengantarkan penjahat ke kantor polisi.

Film ini kemudian diakhiri dengan penangkapan Jerry yang berusaha kabur dari aebuah kamar yang ada di penginapan dengan menggunakan jendela kamar mandi.

Film ini menggambarkan dengan tepat peribahasa sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Kejahatan yang akan ditutupi pasti suatu saat terkuak juga. Kemudian kita lihat perilaku penjahat pada saat mereka membunuh. Awalnya terlihat pada saat mereka membawa istri Jerry, mereka ini tidak pernah membunuh sebelumnya. Namun, pada saat mereka sudah membunuh untuk orang pertama, mereka tidak segan segan untuk membunuh orang lain yang dianggap menghalangi tujuan mereka. Saat sudah berada di titik nadir kejahatan mereka, mereka menghalalkan segala cara agar tidak ketahuan. Mungkin mereka berpikir, “Ya sudah sih, sudah terlanjur membunuh, kenapa ga dilanjutkan saja” . Kadang kadang saat kita sedang melakukan maksiat (saat Allah tidak ada dalam hati kita) mungkin kita juga seperti itukah? “Oh yasudah kepalang sudah melakukan maksiat ini. Yuk lanjutkan” .

Ketiga, money can’t buy you happiness. Kadang kadang gila juga melihat Jerry, suami yang gila dengan duit. Istri sendiri sampai dikorbankan untuk mencapai duit. Kita tidak pernah tahu motivasi Jerry dalam mendapatkan uang banyak. Tapi, seharusnya seperti kata Keluarga Cemara, keluarga adalah harta yang paling indah.

Dimas Prabu Tejonugroho – @thedimasprabu

Advertisements

Berikan Komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s