Dekonstruksi Wahyu Sebagai Keluaran Paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

Tulisan ini merupakan penugasan dari Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Chapter Bandung Angkatan Pertama

Dimas Prabu Tejonugroho

Wahyu merupakan firman, perintah yang diberikan Allah swt melalui malaikat Jibril kepada Nabi dan Rasulnya. Wahyu dijadikan sebagai penuntun, penunjuk, pembeda dan pengarah bagi jalannya kehidupan manusia. Wahyu kemudian dijadikan asas hukum dan norma dalam kehidupan manusia.

Masalah yang terjadi di zaman sekarang ini adalah pelemahan isi dan konten dalam wahyu. Istilah ini bisa disebut dengan dekonstruksi wahyu. Dekonstruksi wahyu adalah cara atau tindakan untuk melemahkan atau bahkan menghilangkan isi dan makna asli yang terkandung dalam wahyu sehingga tidak memliki arti dan makna yang sesuai lagi dengan aslinya.

Continue reading “Dekonstruksi Wahyu Sebagai Keluaran Paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme”