Dekonstruksi Wahyu Sebagai Keluaran Paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

Tulisan ini merupakan penugasan dari Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Chapter Bandung Angkatan Pertama

Dimas Prabu Tejonugroho

Wahyu merupakan firman, perintah yang diberikan Allah swt melalui malaikat Jibril kepada Nabi dan Rasulnya. Wahyu dijadikan sebagai penuntun, penunjuk, pembeda dan pengarah bagi jalannya kehidupan manusia. Wahyu kemudian dijadikan asas hukum dan norma dalam kehidupan manusia.

Masalah yang terjadi di zaman sekarang ini adalah pelemahan isi dan konten dalam wahyu. Istilah ini bisa disebut dengan dekonstruksi wahyu. Dekonstruksi wahyu adalah cara atau tindakan untuk melemahkan atau bahkan menghilangkan isi dan makna asli yang terkandung dalam wahyu sehingga tidak memliki arti dan makna yang sesuai lagi dengan aslinya.

Continue reading “Dekonstruksi Wahyu Sebagai Keluaran Paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme”

Advertisements

Mengenal Asal Doktrin Syiah

*Tulisan ini ditulis sebagai penugasan Sekolah Pemikiran Islam Chapter Bandung Angkatan Pertama dalam materi Syiah

Dimas Prabu Tejonugroho

Istilah Syiah berasal dari Syiatul Ali, yang bermakna pengikut Ali[1]. Istilah “pengikut Ali” ini terbentuk pada saat akhir kekhalifahan Utsman bin Affan r.a dan awal kekhalifahan Ali bin Abi Thalib r.a. Pada awalnya Syiah sendiri hanya bermakna dukungan dan pembelaan politik kepada Ali bin Abi Thalib. Pembelaan ini diberikan karena Ali bin Abi Thalib diyakini sebagai orang yang lebih utama dan lebih berhak atas kekhalifahan setelah Rasulullah daripada Abu Bakar.

Continue reading “Mengenal Asal Doktrin Syiah”